Semarak Festival Bulan Bahasa dan Budaya, SDIP Baitul Maal Tumbuhkan Kecintaan terhadap Bahasa dan Budaya Nusantara

Bagikan

TANGERANG SELATAN –SD Islam Plus Baitul Maal (SDIP Baitul Maal) menggelar Festival Bulan Bahasa dan Budaya pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus momentum untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa, sastra, dan budaya Nusantara.

Bertempat di lingkungan SDIP Baitul Maal, festival ini menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan kreatif. Melalui kegiatan tersebut, sekolah mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, mengapresiasi karya sastra, serta mengenal keberagaman budaya Indonesia.

Penampilan Siswa Meriahkan Apresiasi Sastra dan Budaya

Salah satu agenda utama Festival Bulan Bahasa dan Budaya adalah penampilan apresiasi sastra dan budaya dari perwakilan setiap jenjang kelas. Para siswa menunjukkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan berekspresi melalui beragam penampilan.

Siswa kelas 1 membawakan lagu “Ayo Jaga Kebersihan” dan membaca teks sederhana. Siswa kelas 2 menyanyikan “Garuda Pancasila” dan menampilkan cerita berantai. Sementara itu, siswa kelas 3 membawakan lagu “Berkibarlah Benderaku”.

Kemeriahan berlanjut melalui penampilan siswa kelas 4 yang menyanyikan “Rayuan Pulau Kelapa” dan membacakan puisi bertema alam Indonesia. Siswa kelas 5 menghadirkan parade pantun, sedangkan siswa kelas 6 menampilkan parade puisi bertema Sumpah Pemuda.

Suasana semakin semarak ketika seluruh peserta menyanyikan lagu “Warisan Nusantara” dan “Satu Nusa Satu Bangsa” bersama Tim Nasyid.

Perpustakaan Keliling Dorong Budaya Literasi Siswa

Festival ini juga menghadirkan layanan perpustakaan keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal berbagai bahan bacaan dan menumbuhkan minat literasi.

Kegiatan perpustakaan keliling di SDIP Baitul Maal
Kegiatan perpustakaan keliling di SDIP Baitul Maal

Sekolah mengatur kunjungan secara bergiliran berdasarkan fase. Fase A mengikuti kegiatan pukul 09.30–10.10 WIB, Fase B pukul 10.10–10.50 WIB, dan Fase C pukul 10.50–11.30 WIB.

Pelatihan Menulis Buku Anak, Ruang Kreativitas Siswa Berkarya

Festival Bulan Bahasa dan Budaya juga menghadirkan Pelatihan Menulis Buku Anak. Ibu Sri Rahayu Setyaningsih, S.Pd.Bio., memandu kegiatan yang diikuti oleh 24 peserta didik perwakilan kelas 4, 5, dan 6.

Dalam pelatihan ini, peserta didik berkesempatan mengenal proses kreatif dalam menulis. Mereka belajar mengembangkan imajinasi, menggali ide, dan menuangkan pengalaman ke dalam bentuk tulisan.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya. Dengan demikian, literasi tidak berhenti pada aktivitas memahami bacaan, tetapi berkembang menjadi kemampuan menciptakan sesuatu yang bermanfaat.

Tumbuhkan Generasi Cinta Bahasa, Budaya, dan Literasi

Festival Bulan Bahasa dan Budaya menjadi salah satu bentuk komitmen SDIP Baitul Maal dalam menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Peserta didik tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa, tetapi juga belajar percaya diri, menghargai karya orang lain, mencintai budaya bangsa, dan mengembangkan kreativitas.

SDIP Baitul Maal berharap kegiatan ini menumbuhkan generasi yang mencintai bahasa, menghargai keberagaman budaya Nusantara, gemar membaca, dan berani berkarya.
Semangat tersebut sejalan dengan visi pendidikan SDIP Baitul Maal dalam membentuk generasi Sholeh, Cerdas, Mandiri, dan Bertanggung Jawab.

Scroll to Top

Profil

Yayasan Pengembangan Infaq (YPI) Baitul Maal adalah yayasan yang dikelola oleh para alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) – Prodip Keuangan. Yayasan ini mengkhususkan diri bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial.

Bidang yang mengkhususkan bergerak di bidang pendidikan diberi nama PPIA Baitul Maal, berdiri sejak 1989 mulai dari Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA) belajarnya di teras Masjid Baitul Maal yang letaknya di dalam area kampus STAN, dikenal orang dengan sebutan MBM. Tahun 1994, mulai mendirikan TK Baitul Maal dengan tanah wakaf di belakang Masjid MBM.

Sukses mengelola TK dan atas desakan para orang tua atau wali murid TK untuk mengelola SD (Sekolah Dasar) sebagai kelanjutan dari pendidikan di jenjang TK, maka tahun 1998 mendirikan SD Islam Plus Baitul Maal dengan harapan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Dan tahun 2005 didirikan SMP Islam Plus Baitul Maal.