Tangerang Selatan — Sekolah Islam Plus (SIP) Baitul Maal menerima kunjungan studi banding dari sejumlah lembaga pendidikan asal Provinsi Bangka Belitung, yakni SDIT Qurani Adh-Dhuhaa, SDIT Alam Biruni Bangka, Yayasan Khodijah Center Madani, Pondok Pesantren Tajul Waqor Pangkal Pinang, serta SDIT Bina Insani Belitung. Pada selasa, 27 Januari 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan Islam sekaligus menjadi wadah berbagi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan dan pengembangan mutu sekolah Islam terpadu.
Adapun fokus utama studi banding ini meliputi tata kelola dan manajemen sekolah, penerapan sistem mutu sekolah Islam terpadu, kekhasan dan keunggulan SIP Baitul Maal, pengembangan kewirausahaan sekolah, serta strategi pengelolaan siswa, tenaga pendidik dan kependidikan (tendik), serta kemitraan dengan orang tua.
Rangkaian kegiatan kunjungan diisi dengan pemaparan profil dan sistem manajemen SIP Baitul Maal, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta observasi langsung terhadap lingkungan dan aktivitas pembelajaran di sekolah.
Dalam sambutannya, Maya Yunus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan para tamu yang telah menempuh perjalanan jauh dari Bangka Belitung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan para tamu dari Bangka Belitung. Suatu kehormatan bagi kami bisa berbagi pengalaman dan praktik baik, sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk bersama-sama memajukan pendidikan Islam,” ujar Maya Yunus.
Ia menambahkan bahwa SIP Baitul Maal terbuka untuk kolaborasi berkelanjutan, baik dalam pengembangan mutu pendidikan, penguatan karakter Islami, maupun inovasi pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.
Melalui kegiatan studi banding ini, diharapkan terjalin sinergi antarlembaga pendidikan Islam dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, serta mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan mandiri.