Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, Perkuat Sinergi Keluarga dan Sekolah

Bagikan

Tangerang Selatan, 13 Juli 2026 – SMP Islam Plus Baitul Maal menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menggelar Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah pada Senin, 13 Juli 2026.

Kegiatan ini mengajak para ayah hadir langsung pada hari pertama sekolah. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan keluarga dalam mendampingi perjalanan pendidikan anak.

Ayah Hadir, Anak Tumbuh Lebih Percaya Diri

Sejak pagi, suasana SMP Islam Plus Baitul Maal terasa hangat. Para ayah mengantar putra-putrinya hingga gerbang sekolah. Pelukan, doa, dan semangat mengiringi langkah anak menuju lingkungan sekolah. Momen sederhana tersebut membawa pesan penting bagi keluarga.

Kehadiran ayah menunjukkan bahwa pendidikan anak membutuhkan perhatian bersama. Sekolah dan keluarga dapat saling mendukung dalam proses tersebut. Selain itu, dukungan orang tua dapat membantu anak menghadapi pengalaman baru. Anak pun dapat merasa lebih tenang saat memulai hari pertama sekolah.

Membangun Karakter melalui Dukungan Keluarga

Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah juga mendukung pembentukan karakter peserta didik. Dukungan keluarga dapat menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya diri. Hubungan emosional antara ayah dan anak juga mendapat ruang melalui kegiatan ini. Kehadiran ayah menjadi bentuk perhatian yang dapat memberikan kesan positif bagi anak.

Karena itu, peran keluarga tidak berhenti setelah anak memasuki gerbang sekolah. Pendampingan tetap penting selama anak menjalani proses pendidikan.

Apresiasi untuk Para Ayah

Kepala SMP Islam Plus Baitul Maal, Pratiwi, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para orang tua. Secara khusus, beliau mengapresiasi para ayah yang meluangkan waktu untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah.

Menurutnya, dukungan keluarga dapat menjadi awal yang baik bagi peserta didik. Semangat tersebut dapat membantu anak menjalani proses pembelajaran selama satu tahun ke depan.

Kolaborasi antara sekolah dan keluarga juga perlu terus terjaga. Komunikasi yang baik dapat membantu kedua pihak mendampingi perkembangan anak secara lebih optimal.

Ayah Mengantar, Anak Siap Mengikuti MPLS

Setelah prosesi penyambutan, siswa mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan tersebut membantu murid mengenal lingkungan belajar yang baru.

Dalam MPLS, siswa mengenal budaya sekolah dan tata tertib. Mereka juga mempelajari nilai-nilai karakter Islami yang menjadi bagian dari kehidupan sekolah.

Selain itu, berbagai aktivitas membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan baru. Suasana yang positif membuat siswa lebih siap mengikuti pembelajaran.

Menguatkan Sinergi Sekolah dan Keluarga

Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak, SMP Islam Plus Baitul Maal terus membangun hubungan positif dengan keluarga. Sekolah ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan setiap peserta didik.

Keterlibatan ayah menjadi salah satu bentuk nyata dukungan keluarga. Momen tersebut juga mengingatkan bahwa pendidikan anak merupakan perjalanan bersama.

Pada akhirnya, sekolah dan keluarga memiliki tujuan yang sama. Keduanya ingin mendampingi anak agar tumbuh menjadi pribadi yang sholeh, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab.

Ayah hadir di hari pertama. Anak melangkah dengan percaya diri.
Bersama keluarga dan sekolah, kita tumbuhkan generasi hebat. 

Scroll to Top

Profil

Yayasan Pengembangan Infaq (YPI) Baitul Maal adalah yayasan yang dikelola oleh para alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) – Prodip Keuangan. Yayasan ini mengkhususkan diri bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial.

Bidang yang mengkhususkan bergerak di bidang pendidikan diberi nama PPIA Baitul Maal, berdiri sejak 1989 mulai dari Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA) belajarnya di teras Masjid Baitul Maal yang letaknya di dalam area kampus STAN, dikenal orang dengan sebutan MBM. Tahun 1994, mulai mendirikan TK Baitul Maal dengan tanah wakaf di belakang Masjid MBM.

Sukses mengelola TK dan atas desakan para orang tua atau wali murid TK untuk mengelola SD (Sekolah Dasar) sebagai kelanjutan dari pendidikan di jenjang TK, maka tahun 1998 mendirikan SD Islam Plus Baitul Maal dengan harapan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Dan tahun 2005 didirikan SMP Islam Plus Baitul Maal.