Sopan dan Santun Bermedia Sosial: SMP Islam Plus Baitul Maal Ajarkan “Postinganku, Tanggung Jawabku”

Bagikan

Tangerang Selatan, 14 Juli 2026 – SMP Islam Plus Baitul Maal menggelar kegiatan edukasi Sopan dan Santun Bermedia Sosial bersama Pak Hasyim. Kegiatan ini mengangkat tema “Postinganku, Tanggung Jawabku”.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan murid dalam membangun budaya digital yang sehat. Selain itu, sekolah ingin membiasakan siswa menggunakan media sosial secara santun dan bertanggung jawab.

Menggunakan Media Sosial dengan Bijak

Media sosial kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui platform digital, seseorang dapat membuat, membagikan, dan menerima berbagai informasi dengan cepat. Karena itu, penggunaan media sosial membutuhkan adab dan etika. Setiap pengguna juga perlu memahami tanggung jawab di balik setiap aktivitas digital.

Dalam kegiatan ini, Pak Hasyim mengajak murid memahami dampak setiap unggahan. Foto, video, komentar, dan tulisan dapat meninggalkan jejak digital. Jejak tersebut dapat memengaruhi diri sendiri maupun orang lain. Oleh sebab itu, murid perlu berpikir sebelum membagikan sesuatu di media sosial.

“Postinganku, Tanggung Jawabku”

Tema “Postinganku, Tanggung Jawabku” mengajak siswa membangun kebiasaan berpikir sebelum mengunggah konten. Pertama, murid perlu memastikan kebenaran informasi. Selanjutnya, mereka harus menjaga privasi diri sendiri dan orang lain.

Selain itu, murid perlu menggunakan bahasa yang santun. Mereka juga harus menghargai orang lain saat memberikan komentar atau tanggapan. Murid pun perlu menghindari konten yang dapat merugikan atau menyakiti pihak lain. Dengan demikian, setiap unggahan dapat memberikan dampak yang lebih positif.

Menjaga Adab di Ruang Digital

Kegiatan Sopan dan Santun Bermedia Sosial SMP Islam Plus Baitul Maal juga menguatkan pemahaman tentang kebebasan berekspresi. Setiap orang memang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Namun, kebebasan tersebut perlu berjalan bersama tanggung jawab dan adab.

Karena itu, murid perlu memilih kata dengan bijak. Mereka juga perlu mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah foto, video, komentar, atau informasi. Dengan kebiasaan tersebut, media sosial dapat menjadi ruang yang lebih sehat. Media sosial juga dapat mendukung kreativitas dan komunikasi positif.

Media Sosial untuk Berbagi Kebaikan

Sekolah mendorong murid menggunakan media sosial untuk berbagai hal positif. Misalnya, mereka dapat berbagi informasi yang bermanfaat dan konten edukatif.

Selain itu, siswa dapat menggunakan media sosial untuk menyalurkan kreativitas. Mereka juga dapat membagikan inspirasi dan berbagai bentuk kebaikan. Dengan penggunaan yang bijak, teknologi dapat memberikan manfaat yang luas. Karena itu, kecakapan digital perlu berjalan bersama dengan karakter dan akhlak.

Membangun Generasi Digital yang Beretika

Melalui kegiatan ini, SMP Islam Plus Baitul Maal berharap murid tidak hanya cakap menggunakan teknologi. Sekolah juga ingin membentuk pengguna media sosial yang bijak dan beretika.

Setiap murid memiliki peran dalam menciptakan budaya digital yang sehat. Caranya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Berpikir sebelum posting.

Santun dalam berkomentar.

Bijak dalam berbagi.

Pada akhirnya, setiap unggahan membawa tanggung jawab. Karena setiap postingan adalah tanggung jawab kita.

Scroll to Top

Profil

Yayasan Pengembangan Infaq (YPI) Baitul Maal adalah yayasan yang dikelola oleh para alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) – Prodip Keuangan. Yayasan ini mengkhususkan diri bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial.

Bidang yang mengkhususkan bergerak di bidang pendidikan diberi nama PPIA Baitul Maal, berdiri sejak 1989 mulai dari Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA) belajarnya di teras Masjid Baitul Maal yang letaknya di dalam area kampus STAN, dikenal orang dengan sebutan MBM. Tahun 1994, mulai mendirikan TK Baitul Maal dengan tanah wakaf di belakang Masjid MBM.

Sukses mengelola TK dan atas desakan para orang tua atau wali murid TK untuk mengelola SD (Sekolah Dasar) sebagai kelanjutan dari pendidikan di jenjang TK, maka tahun 1998 mendirikan SD Islam Plus Baitul Maal dengan harapan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Dan tahun 2005 didirikan SMP Islam Plus Baitul Maal.