Tangerang Selatan, 14 Juli 2026 – SMP Islam Plus Baitul Maal menggelar Sosialisasi Tahsin dan Tahfidz dengan tema “Bisakah Al-Qur’an Menjadi Sahabat Kita?”
Kegiatan ini mengajak peserta didik untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Selain membaca dan menghafal, siswa juga belajar memahami serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Mengajak Siswa Dekat dengan Al-Qur’an
Sosialisasi Tahsin dan Tahfidz menghadirkan Ustadz Heru Purnomo dan Ustadz Reza Sa’adi sebagai narasumber. Keduanya memberikan motivasi tentang pentingnya membangun kedekatan dengan Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, siswa diajak menjadikan Al-Qur’an bagian dari kehidupan sehari-hari. Mereka dapat membaca Al-Qur’an secara rutin dan menghafalnya dengan penuh kesungguhan.
Selain itu, siswa perlu memahami pesan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Setelah memahaminya, mereka dapat menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara tersebut, hubungan siswa dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada aktivitas membaca. Lebih dari itu, Al-Qur’an dapat menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak.
Mengenal Metode Ilman wa Ruuhan
Pada kegiatan ini, SMP Islam Plus Baitul Maal juga mengenalkan Metode Ilman wa Ruuhan. Metode tersebut dikembangkan oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia. Metode Ilman wa Ruuhan menggunakan pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang holistik. Pendekatan ini tidak hanya mengembangkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.
Di sisi lain, metode ini juga memperhatikan perkembangan spiritual dan karakter siswa. Karena itu, siswa belajar membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus menjaga adab dalam berinteraksi dengannya. Pembelajaran juga mencakup kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif. Dengan demikian, siswa dapat mengembangkan kemampuan membaca sekaligus membangun karakter Islami.
Tahsin dan Tahfidz Membentuk Karakter Siswa
Program Tahsin dan Tahfidz SMP Islam Plus Baitul Maal memiliki tujuan yang lebih luas. Sekolah tidak hanya mengajak siswa memperbaiki bacaan dan menambah hafalan. Melalui tahsin, siswa berlatih membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Sementara itu, tahfidz membantu siswa menjaga serta menambah hafalan secara konsisten.
Namun, kemampuan membaca dan hafalan bukan satu-satunya tujuan. Sekolah juga ingin menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an. Selain itu, siswa belajar menjaga adab dan menerapkan nilai Al-Qur’an. Kebiasaan tersebut diharapkan tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
“Bisakah Al-Qur’an Menjadi Sahabat Kita?”
Tema “Bisakah Al-Qur’an Menjadi Sahabat Kita?” menjadi bahan refleksi bagi seluruh peserta didik. Menjadi sahabat berarti menghadirkan Al-Qur’an dalam keseharian. Siswa dapat membacanya ketika memiliki waktu dan menghafalnya dengan sungguh-sungguh.
Selanjutnya, siswa perlu memahami pesan yang terkandung di dalamnya. Mereka juga perlu berusaha menerapkan pesan tersebut dalam kehidupan. Dengan demikian, siswa tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Mereka juga dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan Al-Qur’an.
Membangun Generasi Qur’ani
Melalui Sosialisasi Tahsin dan Tahfidz, SMP Islam Plus Baitul Maal terus mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an yang bermakna. Sekolah berharap siswa tumbuh menjadi generasi yang baik bacaannya dan kuat hafalannya. Selain itu, sekolah ingin melihat nilai-nilai Al-Qur’an hadir dalam akhlak siswa.
Karena itu, proses pembelajaran Al-Qur’an perlu berjalan secara konsisten. Guru, siswa, dan keluarga dapat bekerja sama untuk membangun kebiasaan tersebut. Pada akhirnya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dan dihafalkan. Al-Qur’an juga menjadi sumber nilai untuk membentuk akhlak dan karakter.
Mari menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat. Baca, hafalkan, pahami, cintai, dan amalkan nilainya dalam kehidupan.








