Tangerang Selatan, 15 Juli 2026 – SMP Islam Plus Baitul Maal menggelar kegiatan edukasi Stop Bullying pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan Bu Asnah, S.Psi. sebagai narasumber.
Kegiatan bertema “Stop Bullying, Kita Saling Jaga” ini menjadi bagian dari rangkaian MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027. Selain itu, kegiatan ini mendukung upaya sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Mengenal Berbagai Bentuk Bullying
Dalam pemaparannya, Bu Asnah menjelaskan berbagai bentuk bullying. Tindakan tersebut dapat muncul secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital. Bullying terkadang bermula dari hal yang terlihat sederhana. Misalnya, ejekan, panggilan yang tidak disukai, pengucilan, atau candaan yang berlebihan.
Namun, tindakan tersebut dapat memberikan dampak bagi korban. Karena itu, siswa perlu memahami batas antara bercanda dan perilaku yang dapat menyakiti orang lain. Pemahaman tersebut membantu siswa lebih berhati-hati dalam berkomunikasi. Dengan demikian, mereka dapat membangun pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah.
Menumbuhkan Empati dan Menghargai Perbedaan
Kegiatan Stop Bullying SMP Islam Plus Baitul Maal berlangsung secara interaktif. Siswa mendapat kesempatan untuk memahami pentingnya empati dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa belajar menghargai perbedaan. Mereka juga diajak membangun hubungan pertemanan yang sehat dan saling mendukung.
Empati membantu siswa memahami perasaan orang lain. Dengan empati, siswa dapat memilih kata dan tindakan yang lebih baik. Selanjutnya, siswa mengenal peran masing-masing dalam mencegah bullying. Mereka dapat berperan sebagai teman, saksi, maupun bagian dari komunitas sekolah.
“Kita Saling Jaga” Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Tema “Kita Saling Jaga” menjadi pesan utama dalam kegiatan ini. Setiap warga sekolah memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang positif. Karena itu, siswa perlu menjaga ucapan dan sikap saat berinteraksi. Mereka juga perlu menghormati hak serta perasaan orang lain.
Guru dan tenaga kependidikan pun memiliki peran penting. Bersama siswa, mereka dapat membangun budaya sekolah yang penuh kepedulian. Dengan semangat saling menjaga, sekolah dapat menciptakan ruang belajar yang mendukung perkembangan setiap peserta didik.
Berani Bicara Saat Mengalami Bullying
Selain membahas pencegahan bullying, Bu Asnah mengajak siswa untuk berani berbicara. Siswa dapat bercerita kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang mereka percaya.
Langkah tersebut penting ketika siswa mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Komunikasi yang terbuka membantu sekolah memahami masalah dengan lebih cepat. Selanjutnya, sekolah dapat mencari solusi secara bijaksana. Siswa juga tidak perlu menghadapi masalah seorang diri.
Membangun Sekolah yang Aman dan Nyaman
Melalui kegiatan Stop Bullying, SMP Islam Plus Baitul Maal terus memperkuat budaya sekolah yang positif. Sekolah ingin setiap siswa merasa aman, dihargai, dan nyaman saat belajar. Sekolah yang nyaman tidak hanya lahir dari aturan. Kepedulian dan komitmen seluruh warga sekolah juga memiliki peran penting.
Karena itu, setiap siswa dapat mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Mulai dari menjaga lisan, menghormati teman, hingga berani membantu ketika melihat tindakan yang tidak tepat. Pada akhirnya, “Stop Bullying, Kita Saling Jaga” bukan sekadar tema kegiatan. Pesan tersebut menjadi ajakan untuk membangun budaya sekolah yang penuh empati, persaudaraan, dan kebaikan.
Sebab, setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan bahagia saat belajar di sekolah.








